Aku menyeruak diantara gelapnya malam...
menelusup mencari dimana cahaya berada...
namun jauh sudah aku berjalan,cahaya tetap tak kutemukan....
apakah pagi sudah tiada...???
tanyaku pada langit malam....
aku ingin pagi cepat datang...
agar kesepian ini cepat menghilang...
Malam ini kekasihku tak datang...
bahkan angin pun tak membawa kabar tentangnya...
dimana dia sekarang,aku merindukannya...
Esok....
aku akan menunggunya lagi...
walau aku tahu,dia tidak lagi akan datang....
Jika tiba saatnya nanti aku kembali..
aku berharap engkau sudah mengerti...
kenapa aku ingin bersamamu..
bukan karena apa,tapi karena sang penguasa dan waktu...
yang membiarkanku terbang bersama sayap-sayap cinta ini..
Dan jika kau menerimaku untuk kembali..
maka biarkanlah sayap-sayap ini mendekapmu..
rasakanlah kehangatannya...
biarkan bulu-bulu lembut ini membelaimu...
dan biarkanlah,sayap-sayap cinta ini melindungimu dengan kekuatan cintanya...
Namun jika kau tak menerimaku kembali...
ambillah anak panah itu..
bidiklah kedua sayap ini..biarkan sayap ini terluka...
Agar sayap-sayap ini tak membawaku terbang padamu...
aku berharap engkau sudah mengerti...
kenapa aku ingin bersamamu..
bukan karena apa,tapi karena sang penguasa dan waktu...
yang membiarkanku terbang bersama sayap-sayap cinta ini..
Dan jika kau menerimaku untuk kembali..
maka biarkanlah sayap-sayap ini mendekapmu..
rasakanlah kehangatannya...
biarkan bulu-bulu lembut ini membelaimu...
dan biarkanlah,sayap-sayap cinta ini melindungimu dengan kekuatan cintanya...
Namun jika kau tak menerimaku kembali...
ambillah anak panah itu..
bidiklah kedua sayap ini..biarkan sayap ini terluka...
Agar sayap-sayap ini tak membawaku terbang padamu...
Apakah yang kudengar ini benar...
desir angin itu membawa kabar tentangmu...
dalam bisiknya yang lembut..
angin itu mengatakan..
"dia menunggumu disana"...
Wahai malam..
apakah kau juga mendengarnya...kenapa kau hanya diam..
apa kau heran melihatku..
kenapa aku tak senang mendengar kabar itu..
kau salah teman,aku senang mendengarnya...
hanya saja,aku ragu pada telingaku...
Aku takut yang kudengar ini tak benar..
desir angin itu membawa kabar tentangmu...
dalam bisiknya yang lembut..
angin itu mengatakan..
"dia menunggumu disana"...
Wahai malam..
apakah kau juga mendengarnya...kenapa kau hanya diam..
apa kau heran melihatku..
kenapa aku tak senang mendengar kabar itu..
kau salah teman,aku senang mendengarnya...
hanya saja,aku ragu pada telingaku...
Aku takut yang kudengar ini tak benar..
Bolehkah kusimpan mawar-mawar ini dalam hatiku..
agar nanti jika aku mati...
kau tak perlu mengirimi aku karangan bunga..
yang bertuliskan,"aku turut berduka cita"...
aku akan selalu mnjaga mawar-mawar ini,dengan ketulusan hatiku..
Walaupun aku tahu...
mawar-mawar ini kau berikan padaku di dalam khayalku...
agar nanti jika aku mati...
kau tak perlu mengirimi aku karangan bunga..
yang bertuliskan,"aku turut berduka cita"...
aku akan selalu mnjaga mawar-mawar ini,dengan ketulusan hatiku..
Walaupun aku tahu...
mawar-mawar ini kau berikan padaku di dalam khayalku...
Hujan malam ini begitu indah...
rintik air suci yang bertabur berkah untuk alam..
terbaur bersama dengan terpaan angin...
gemericik suara di genting,yang menyusun deretan nada..
dan terdengar indah,bagai nyanyian melodi..
langit yang kelam mulai membisikan kesepian...
Malam ini aku sendirian...
karena temanku bulan tak datang..
aku mencoba jauh memandang..
tapi tetap saja dia tak datang...
Hujan malam ini begitu indah...!!!!
teriakku pada hati ini...
mencoba menghibur,hati yang sepi...
rintik air suci yang bertabur berkah untuk alam..
terbaur bersama dengan terpaan angin...
gemericik suara di genting,yang menyusun deretan nada..
dan terdengar indah,bagai nyanyian melodi..
langit yang kelam mulai membisikan kesepian...
Malam ini aku sendirian...
karena temanku bulan tak datang..
aku mencoba jauh memandang..
tapi tetap saja dia tak datang...
Hujan malam ini begitu indah...!!!!
teriakku pada hati ini...
mencoba menghibur,hati yang sepi...
Tersisip bayangmu di salah satu lembaran buku takdirku...
menjadikan goresan pena ini terhenti..
dan tak sanggup tuk melanjutkan menulis kehidupan...
Aku tak mengenalmu ataupun pernah mengenalmu..
tapi kau adalah mawar kehidupan..
yang akan tumbuh subur di taman surga hatiku...
kau adalah malaikat tak bersayap...
yang tak akan bisa terbang meninggalkanku...
Aku hanya ingin mengenal dan mendekap jiwa lembutmu..
agar pena kehidupn..
kembali menorehkan cerita-cerita baru,di lembaran buku takdir yang masih suci ini...
Siapa kamu...????
tanyaku pada langit malam dan kesunyian...
menjadikan goresan pena ini terhenti..
dan tak sanggup tuk melanjutkan menulis kehidupan...
Aku tak mengenalmu ataupun pernah mengenalmu..
tapi kau adalah mawar kehidupan..
yang akan tumbuh subur di taman surga hatiku...
kau adalah malaikat tak bersayap...
yang tak akan bisa terbang meninggalkanku...
Aku hanya ingin mengenal dan mendekap jiwa lembutmu..
agar pena kehidupn..
kembali menorehkan cerita-cerita baru,di lembaran buku takdir yang masih suci ini...
Siapa kamu...????
tanyaku pada langit malam dan kesunyian...
Angin...
boleh aku minta tolong padamu...
tolong katakan pada kekasihku..
kalau aku merindukannya..
tolong angin,aku ingin dia tahu..
aku disini kesepian tanpa dirinya..
Atau setidaknya...
bisikan padanya,apa yang selalu kuceritakan padamu...
Angin...tolonglah aku angin..
karena dia tak mungkin bisa mendengarku..
suaraku masih terlalu lirih...
tolong aku angin..
aku ingin dia tahu,kalau aku merindukannya..
boleh aku minta tolong padamu...
tolong katakan pada kekasihku..
kalau aku merindukannya..
tolong angin,aku ingin dia tahu..
aku disini kesepian tanpa dirinya..
Atau setidaknya...
bisikan padanya,apa yang selalu kuceritakan padamu...
Angin...tolonglah aku angin..
karena dia tak mungkin bisa mendengarku..
suaraku masih terlalu lirih...
tolong aku angin..
aku ingin dia tahu,kalau aku merindukannya..
Terselip namamu..
diantara berisik bisik angin dan canda rumput ilalang..
menggetarkan gendang telingaku..
yang semula nampak tuli,tak pernah mendengar keindahan...
Aku tak pernah menduga..
namamu yang akan terukir dalam,diantara denyut nadiku...
aku pun baru menyadari...
kalau di setiap hembus nafasku...
tercium wangi namamu..
Kenapa tidak dari dulu aku tahu..
sementara kini,
aku harus memungut serpihan-serpihan luka yang tercecer..
diatas setapak yang searah dengan arah panah asmaramu..
Andai aku bisa mengelak...
aku ingin terbang jauh tuk melupakanmu...
tapi aku tak bisa...
karena sayap-sayap ini pun telah terenggut olehmu..
Kini,hanya sang penguasa dan waktu yang tahu..
kearah mana aku akan berpijak..
karena tubuhku sudah tak berdaya...
lemah....
dan rapuh....
diantara berisik bisik angin dan canda rumput ilalang..
menggetarkan gendang telingaku..
yang semula nampak tuli,tak pernah mendengar keindahan...
Aku tak pernah menduga..
namamu yang akan terukir dalam,diantara denyut nadiku...
aku pun baru menyadari...
kalau di setiap hembus nafasku...
tercium wangi namamu..
Kenapa tidak dari dulu aku tahu..
sementara kini,
aku harus memungut serpihan-serpihan luka yang tercecer..
diatas setapak yang searah dengan arah panah asmaramu..
Andai aku bisa mengelak...
aku ingin terbang jauh tuk melupakanmu...
tapi aku tak bisa...
karena sayap-sayap ini pun telah terenggut olehmu..
Kini,hanya sang penguasa dan waktu yang tahu..
kearah mana aku akan berpijak..
karena tubuhku sudah tak berdaya...
lemah....
dan rapuh....
Aku ingin terbang bebas melewati batas..
tapi aku burung yang ada dalam sangkar..
Aku ingin berenang menyusuri indah dunia..
tapi aku seekor ikan di dalam kolam..
Aku ingin berteriak agar semua orang mendengar..
tapi aku anak kucing yang hanya bisa mengeong..
Aku ingin berjalan mengembara ke seluruh dunia..
tapi aku terhalang oleh tebing dan lembah..
Aku ingin jadi kupu-kupu indah..
tapi aku di gurun pasir,dan tak ada satupun bunga..
Aku selalu terikat dengan aturan...
aku selalu terhenti oleh keterbatasan...
dan aku...
selalu terdiam menerima kekalahan....
tapi aku burung yang ada dalam sangkar..
Aku ingin berenang menyusuri indah dunia..
tapi aku seekor ikan di dalam kolam..
Aku ingin berteriak agar semua orang mendengar..
tapi aku anak kucing yang hanya bisa mengeong..
Aku ingin berjalan mengembara ke seluruh dunia..
tapi aku terhalang oleh tebing dan lembah..
Aku ingin jadi kupu-kupu indah..
tapi aku di gurun pasir,dan tak ada satupun bunga..
Aku selalu terikat dengan aturan...
aku selalu terhenti oleh keterbatasan...
dan aku...
selalu terdiam menerima kekalahan....
Ketika langit itu...
berjabat tangan dengan matahari..
daun-daun memeluk embun yang sejuk..
dan hembusan angin..
mengantarkan wanginya tanah..
Hari ini kumulai kisah lagi...
kuikuti jejak langkah tuk meniti kisah...
kuturuti suara hati yang selalu berbisik...
dan aku tunduk pada takdir dan waktu..
yang akan membuat semua..
menjadi dongeng di masa depan...
berjabat tangan dengan matahari..
daun-daun memeluk embun yang sejuk..
dan hembusan angin..
mengantarkan wanginya tanah..
Hari ini kumulai kisah lagi...
kuikuti jejak langkah tuk meniti kisah...
kuturuti suara hati yang selalu berbisik...
dan aku tunduk pada takdir dan waktu..
yang akan membuat semua..
menjadi dongeng di masa depan...
Aku masih bertahan di bumi ini..
karena dekapan kasih sayang alam..
karena sahabatku matahari..
dan karena teman baikku bulan..
Ketika siang saat ku bermain dengan alam..
sahabatku matahari,selalu menemani..
Dan ketika malam..
saat aku penuh dengan penysalan...
aku selalu bercerita dengan bulan...
dia mendengar semua penyesalan..
Terima kaasih alam..
engkau masih menyayangiku..
terima kasih matahari..
engkau mau jadi sahabatku..
terima kasih bulan..
kau jadi teman saat aku kesepian..
karena dekapan kasih sayang alam..
karena sahabatku matahari..
dan karena teman baikku bulan..
Ketika siang saat ku bermain dengan alam..
sahabatku matahari,selalu menemani..
Dan ketika malam..
saat aku penuh dengan penysalan...
aku selalu bercerita dengan bulan...
dia mendengar semua penyesalan..
Terima kaasih alam..
engkau masih menyayangiku..
terima kasih matahari..
engkau mau jadi sahabatku..
terima kasih bulan..
kau jadi teman saat aku kesepian..
Merpati putihku telah pergi..
pergi meninggalkanku sendiri disini..
Merpati putihku telah pergi..
meninggalkanku,yang tak lagi bisa memberinya arti..
Merpti putihku telah pergi..
membawa hatiku bersamanya..
Merpati putihku telah menemukan rumah baru..
dan ia tak akan kembali...
pergi meninggalkanku sendiri disini..
Merpati putihku telah pergi..
meninggalkanku,yang tak lagi bisa memberinya arti..
Merpti putihku telah pergi..
membawa hatiku bersamanya..
Merpati putihku telah menemukan rumah baru..
dan ia tak akan kembali...
Sungai kecil di samping rumahku..
tempatku memancing dan berenang..
Dulu..
sebelum sampah kota tumbuh subur disana..
Sungai kecil di samping rumahku..
tempat bunda menyuci bajuku..
Dulu...
sebelum limbah pabrik menjadi mata airnya..
Sungai kecil di samping rumahku..
sebentar lagi hanya ada di lukisanku...
tempatku memancing dan berenang..
Dulu..
sebelum sampah kota tumbuh subur disana..
Sungai kecil di samping rumahku..
tempat bunda menyuci bajuku..
Dulu...
sebelum limbah pabrik menjadi mata airnya..
Sungai kecil di samping rumahku..
sebentar lagi hanya ada di lukisanku...
Ingin aku melukis wajahmu..
di salah stu dinding hati ini..
agar hati ini tak lagi mencari penghuninya...
Ingin kuukir namamu di pita suaraku...
agar aku tak mengatakan cinta pada gadis lain..
Dan yang paling ingin aku lakukan..
Aku ingin engkau yang memutus urat nadiku..
karena aku tak mau orang lain yang melakukannya..
di salah stu dinding hati ini..
agar hati ini tak lagi mencari penghuninya...
Ingin kuukir namamu di pita suaraku...
agar aku tak mengatakan cinta pada gadis lain..
Dan yang paling ingin aku lakukan..
Aku ingin engkau yang memutus urat nadiku..
karena aku tak mau orang lain yang melakukannya..
Teriring salam rindu yang agung..
aku mengantarmu menuju peristirahatan sejenak..
bersama kegelapan dan kesunyian..
aku membaringkan tubuhmu diatas singgasana mimpi..
bersama dengan angin,aku membelai mesra ronamu..
dan dengan ijin dari ruh suci yang agung..
aku akan melindungimu dengan lafal do'aku
aku mengantarmu menuju peristirahatan sejenak..
bersama kegelapan dan kesunyian..
aku membaringkan tubuhmu diatas singgasana mimpi..
bersama dengan angin,aku membelai mesra ronamu..
dan dengan ijin dari ruh suci yang agung..
aku akan melindungimu dengan lafal do'aku
Kasihku...
malam ini..
aku tak bisa datang..
mungkin esok pagi..
Kasihku..
esok pagi..
aku tak bisa datang..
mungkin lusa..
Kasihku..
lusa..
aku tak bisa datang..
Kasihku...
maafkan aku..
aku tak lagi bisa datang untukmu...
malam ini..
aku tak bisa datang..
mungkin esok pagi..
Kasihku..
esok pagi..
aku tak bisa datang..
mungkin lusa..
Kasihku..
lusa..
aku tak bisa datang..
Kasihku...
maafkan aku..
aku tak lagi bisa datang untukmu...
Bukankah penjajah itu dulu sudah kami bunuh..
kenapa mereka hidup lagi..
dan kembali menjajah bangsa ini..
tapi,wajah mereka..
tak sama dengan wajah penjajah yang dulu kami bunuh,..
wajah mereka lebih mirip dengan wajah kami..
Apakah kami yang sudah beristirahat dengan tenang disini..
harus terbangun dan kembli mengangkat senjata..
bertarung dan membunuh saudara kami sendiri..
sementara kini kami hanyalah tulang belulang yang tak dihargai..
Bukankah masih ada anak-anak pertiwi..
yang lebih perkasa dari kami..
yang lebih cerdas dalam menyusun strategi..
tapi kenapa...
sayap garuda milik kita masih terluka..
hingga ia tak bisa terbang mengangkasa..
kenapa mereka hidup lagi..
dan kembali menjajah bangsa ini..
tapi,wajah mereka..
tak sama dengan wajah penjajah yang dulu kami bunuh,..
wajah mereka lebih mirip dengan wajah kami..
Apakah kami yang sudah beristirahat dengan tenang disini..
harus terbangun dan kembli mengangkat senjata..
bertarung dan membunuh saudara kami sendiri..
sementara kini kami hanyalah tulang belulang yang tak dihargai..
Bukankah masih ada anak-anak pertiwi..
yang lebih perkasa dari kami..
yang lebih cerdas dalam menyusun strategi..
tapi kenapa...
sayap garuda milik kita masih terluka..
hingga ia tak bisa terbang mengangkasa..
Peri kecilku..
aku ingin bersamamu di seberang sana..
karena disisimu..
aku selalu merasa bahagia..
Peri kecilku..
aku ingin kau tetap bersamaku..
karena bersamamu..
aku bisa menghilangkan duka..
Peri kecilku...
biarkan aku terus memandangmu..
karena senyumanmu..
selalu memberi kesejukan di hatiku..
Peri kecilku..
andai saja kau benar-benar ada...
aku ingin bersamamu di seberang sana..
karena disisimu..
aku selalu merasa bahagia..
Peri kecilku..
aku ingin kau tetap bersamaku..
karena bersamamu..
aku bisa menghilangkan duka..
Peri kecilku...
biarkan aku terus memandangmu..
karena senyumanmu..
selalu memberi kesejukan di hatiku..
Peri kecilku..
andai saja kau benar-benar ada...
Aku menginginkan cinta...
kau menginginkan cinta..
mereka juga menginginkan cinta..
sementara....
cinta menginginkan aku..
cinta menginginkan engkau..
dan cinta menginginkan mereka..
jika kau menginginkan cinta..
kau harus menginginkan aku dan mereka..
dan jika mereka menginginkan cinta..
mereka harus menginginkan aku dan kau..
aku,kau,dan mereka sama-sama menginginkan cinta..
dan cinta..
menginginkan aku,kau,dan mereka..
kau menginginkan cinta..
mereka juga menginginkan cinta..
sementara....
cinta menginginkan aku..
cinta menginginkan engkau..
dan cinta menginginkan mereka..
jika kau menginginkan cinta..
kau harus menginginkan aku dan mereka..
dan jika mereka menginginkan cinta..
mereka harus menginginkan aku dan kau..
aku,kau,dan mereka sama-sama menginginkan cinta..
dan cinta..
menginginkan aku,kau,dan mereka..
Seharusnya rasa ini tetap suci..
sesuci embun di waktu pagi..
Seharusnya rasa ini tetap putih..
seputih salju dari langit..
Seharusnya rasa ini tak ternoda..
hanya karena tingkah laku dan kata..
Seharusnya rasa ini tetap abadi..
tak ada satu pun yang bisa merubahnya..
Seharusnya raa ini tak perlu terbalas..
karena semua berawal dari keikhlasan..
Seharusnya rasa ini tak bergema..
karena ketulusan tak mungkin berkumandang..
Seharusnya rasa ini lebih berarti..
bukan hanya kata yang terbuang percuma..
Dan seharusnya..
aku tak pernah merasakan rasa ini...
sesuci embun di waktu pagi..
Seharusnya rasa ini tetap putih..
seputih salju dari langit..
Seharusnya rasa ini tak ternoda..
hanya karena tingkah laku dan kata..
Seharusnya rasa ini tetap abadi..
tak ada satu pun yang bisa merubahnya..
Seharusnya raa ini tak perlu terbalas..
karena semua berawal dari keikhlasan..
Seharusnya rasa ini tak bergema..
karena ketulusan tak mungkin berkumandang..
Seharusnya rasa ini lebih berarti..
bukan hanya kata yang terbuang percuma..
Dan seharusnya..
aku tak pernah merasakan rasa ini...